Batu aksara cina

Batu aksara cina

Wilayah Klampeyan akrab diucap masyarakat Noborejo dengan Nglampeyan. Terdapat beberapa cerita yang menarik untuk dikulik dan berpotensi menjadi sebuah data sejarah primer. Setiap cerita di Klampeyan memang memiliki bukti fisiknya, akan tetapi bukti-bukti fisik tersebut belum sepenuhnya dikaji sehingga masih berupa spekulasi belaka. Meski demikian masyarakat Klampeyan tetap memegang erat cerita-cerita dari tiap tempat dengan cukup rapat. Tidak sedikit anak muda yang juga tahu tentang mitos di tempat-tempat keramat yang ada.

Pertama ialah tentang sebuah gumug yang dinamai gumug Kek Gorok. Gumuk ini berada di tanah pak Ngatimin, dulunya ada beberapa gumugan tapi karena suatu keperluan beberapa gumug diratakan dengan tanah kecuali gumug Kek Gorok. Kata Kek Gorok berasal dari Singkek Digorok. Dalam masyarakat Jawa, Singkek diartikan sebagai orang Cina yang numpang hidup di tanag Jawa, sedangkan kata Gorok yang memiliki arti digorok menunjukkan sebuah peristiwa adanya pembunuhan terhadap seorang atau sekelompok orang singkek dengan cara digorok. Konon dulunya di wilayah Klampeyan memang wilayah yang menjadi jujugan para garong untuk mencari rezeki. Suatu ketika ada singkek yang kebetulan melintas di Klampeyan, ketika dalam perjalanan dia dihadang oleh beberapa kelompok garong. Tujuan para garong tentu saja merampok harta kekayaan singkek. Agar tidak menimbulkan urusan yang lebih pelik di kemudian hari, para garong tersebut setelah merampok harta benda, singkek yang lewat tersebut langsung dibunuh dengan cara digorok. Lokasi tepat peristiwa penggorokan itu memang berada di gumug Kek Gorok.

Pak Ngatimin selaku pemilik tanah gumug Kek Gorok juga menuturkan sisi mistik yang berada di sekitaran gumug. Berdasar penuturan beliau, gumug Kek Gorok di-baureksa oleh kekuatan ghaib yang berwujud kakek-kakek tua bertelanjang dada, memakai celana kain komprang, dan berjalan dengan sedikit terbungkuk. Keterangan tersebut juga diiyakan oleh masyarakat yang ada di Klampeyan khususnya RT.03.

Adanya gumuk Kek Gorok mungkin memiliki keterkaitan dengan adanya batu andesit yang berukirkan aksara Cina di salah satu belik kali Klampeyan. Batu tersebut berbentuk persegi, dan tulisan Cina dituliskan dengan cara dipahat. Batu tersebut tergeletak begitu saja di bagian pojok tepian belik. Tulisannya masih bisa terbaca dengan cukup jelas, hanya saja di bagian tengah batu tulisan Cina sudah sedikit memudar.

Di sekitaran batu tersebut memang kerap dijadikan tempat uji nyali oleh para pemuda Klampeyan, dan tidak sedikit yang pernah berjumpa dengan kekuatan ghaib yang ada di batu beraksara Cina kali Kalmpeyan. Keberadaan batu beraksara Cina tentu saja merupakan hal yang cukup menarik untuk diulik. Meskipun belum dilakukan penelitian secara ilmiah bisa jadi batu tersebut merupakan prasasti penting yang dulunya dibawa oleh seorang Singkek yang digorok oleh garong. Namun tidak menutup kemungkinan batu itu sampai di Klampeyan karena terbawa arus sungai, dan ada juga kemungkinan lain yang mengatakan bahwa batu beraksara Cina itu sekedar usil-usilan seseorang.

Aksara Cina yang terpahat di batu mencoba dikonfirmasi pada Iis, seorang wanita yang berada di jurusan Sastra Mandarin, Universitas Negeri Malang dan sempat menjadi peserta pertukaran pelajar di Cina. Ia mengatakan bahwa beberapa aksara yang terpahat di batu merupakan aksara Cina kuno yang sekarang sudah tidak digunakan lagi, bahkan dosennya sendiri tidak dapat membaca aksara Cina kuno yang ada. Namun ada beberapa aksara yang pemakaiannya masih eksis digunakan hingga saat ini. Berdasarkan pembacaannya Iis berhasil meraba adanya kata ‘Lao’ yang berarti tua, ‘Nan’ berarti cowok, ‘Jian’ berarti ketemu, dan kata ‘Shi’ yang berarti sepuluh. Selain empat kata tersebut juga ada kata lain yang belakangan baru diinformasikan yaitu kata ‘Jiu’ yang memiliki arti sembilan, ‘Cheng’ yang berarti sukses atau menjadi, dan kata ‘Zhong’ yang artinya pusat atau tengah. Masih ada beberapa kata yang belum terbaca, sampai saat ini pembacaan secara utuh terhadap aksara Cina di batu tersebut sedang terus diupayakan.

noborejo

3 thoughts on “Batu aksara cina

  1. Mantap, sebagai warga asli noborejo merasa bangga. Noborejo makin keren sudah punya website untuk penyampaian info dan juga program, budaya, dll dari noborejo..
    selamat dan sukses buat teman teman ASN Kelurahan Noborejo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *