Berjualan Kerupuk Rambak, Ibu Asal Noborejo Sekolahkan 3 Anak Hingga Sarjana

Berjualan Kerupuk Rambak, Ibu Asal Noborejo Sekolahkan 3 Anak Hingga Sarjana

Kerupuk ini sering kita jumpai, apalagi ketika makan soto di daerah Jawa Tengah, Kerupuk Rambak namanya. Kebetulan kerupuk rambak ini belum memiliki merek, jadi hanya kemasan plastik bening saja. Dari tangan seorang Ibu berumur 54 tahun, usaha kerupuk ini sudah berjalan selama 20 tahun. Sehari-harinya, ia dibantu oleh adiknya sendiri.

Setiap hari ibu yang sering disapa Ibu Mul ini, memproduksi 15 kg kerupuk rambak dirumahnya sendiri. Menurutnya usaha kerupuk rambak itu mudah oleh karena itu Ibu Mul memilih berjualan kerupuk rambak. Proses pembuatan kerupuk rambak ini lumayan memakan waktu. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk mengaduk adonan agar tercampur rata, setelahnya adonan dimasukan ke dalam plastik berukuran satu kilo. Lalu setelah itu di rebus dengan air yang mendidih sekitar dua jam lamanya. Setelah selesai di rebus, adonan akan dibuka dan diiris tipis untuk selanjutnya dijemur.  Proses penjemuran menghabiskan waktu satu jam bila cuaca panas, namun jika tidak, membutuhkan waktu dua hari.

Ibu Mul saat merebus adonan rambak di kediamannya di Dusun Nobokulon, 24 Oktober 2019. (Dok. KKN UKSW 2019).

Usaha milik pribadi ini, dipasarkan disekitar Salatiga namun terkadang juga dijadikan oleh-oleh hingga ke luar daerah, jika ada tetangganya yang kebetulan akan melancong. Sejauh ini pemasarannya hanya melalui mulut ke mulut atau dititipkan ke warung-warung. Rasa gurih membuat kerupuk rambak Bu Mul sudah sering dijadikan sebagai oleh-oleh bahkan hingga ke Kalimantan.

Berbahan dasar tepung tapioka dan terigu, Ibu Mul mampu meraup keuntungan sekitar Rp 2.000.000 dalam sebulan, dengan modal awal Rp 1.000.000. Kerupuk Rambak yang dijual tidak hanya yang siap saji saja, namun Ibu Mul juga memasarkan Kerupuk Rambak yang belum siap saji atau masih mentah. Ibu Mul memasarkan produknya yang sudah siap saji seharga Rp 25.000 untuk satu kilo, sedangkan yang mentahanya Rp. 20.000 untuk satu kilo. Tapi Bu Mul juga menjual berbagai macam jenis ukuran tergantung dari permintaan pembeli.

Dari usaha ini, Ibu Mul berhasil menyekolahkan tiga orang anaknya sampai kuliah, kini Ibu Mul terus memproduksi Kerupuk Rambaknya dengan konsisten, rumah produksi Ibu Mul terletak dijalan Merbabu RW 09/RT 3, kelurahan Noborejo.

Artikel ini ditulis oleh Martin Martono, Angela Michelle dan Vera Sitinjak, mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) saat menjalani Praktik Lapangan Terpadu (PLT) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Noborejo

noborejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *