KELURAHAN NOBOREJO LAKUKAN PEMANTAUAN TEMPAT IBADAH

Sekretaris Kelurahan didampingi Kasi Pemtrantibum dan Bhabinkamtibmas Noborejo menyerahkan bantuan handsanitazer kepada GBTK Alfa Omega Nobokulon

NOBOREJO – ASN Kelurahan Noborejo melakukan  pemantauan tempat ibadah di wilayah Kelurahan Noborejo bersama anggota Bhabinkamtibmas belum lama ini.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan kegiatan ibadah Sholat Idul Adha di semua masjid di Kelurahan Noborejo serta pelaksanaan ibadah di gereja. Hal ini perlu dilaksanakan karena menghadapi new normal tempat ibadah sudah mulai melaksanakan ibadah diharapkan dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan protokol kesehatan. Pada kesempatan tersebut, Kelurahan Noborejo juga membagikan handsanitazer kepada tempat ibadah yang merupakan program “Jogo Tonggo” dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dari pemantauan yang dilaksanakan sudah terlihat adanya tempat cuci tangan, thermo gun, serta pembatasan tempat.

Sekretaris Kelurahan Widhi Cahyo Prasetyo, SH. didampingi Kasi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Noborejo Indra Permadi, SE. berpesan kepada masyarakat agar kegiatan kegiatan ibadah di era new normal harus dilaksanakan secara ketat sesuai protokol kesehatan mengingat pergerakan masyarakat saat ini sudah mulai lebih aktif. “Penggunaan masker saat ini adalah sebuah kewajiban.” pungkasnya.

Yunus takmir masjid Al Ghozali Nobowetan mengucapkan terima kasih atas bantuan handsanitazer dari pihak kelurahan. Bantuan ini akan kami manfaatkan pada saat pelaksanaan Sholat Idul Adha. “Selain itu, pemantauan dari petugas sangat kami apresiasi karena kami membutuhkan masukan terkait pelaksanaan ibadah yang selama ini telah kami laksanakan.” imbuhnya.

Secara terpisah Paulus Sutopo Pendeta GBTK Alfa Omega Nobokulon sangat berterima kasih atas kunjungan dan pemantauan dari pihak kelurahan dan Bhabinkamtibmas terhadap pelaksanaan ibadah. Sudah lebih dari 4 bulan gereja ini tidak melaksanakan kegiatan ibadah. Karena keterbatasan tempat, kami membagi ibadah menjadi 2 sesi dengan durasi waktu yang masih kami batasi. “Selain itu, untuk lansia juga dilaksanakan ibadah secara terpisah” pungkasnya.

noborejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *