Kutipan Akta Kelahiran

1. Setiap kelahiran wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana di tempat terjadinya peristiwa kelahiran selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak kelahiran.
2. Pencatatan Kelahiran yang melebihi jangka waktu 60(enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kelahiran harus mendapat persetujuan Kepala Dinas.
3. Apabila Kelahiran Warga Negara Indonesia terjadi diluar Wilayah Negara Kesatuan Indonesia, wajib dilaporkan oleh orang tuanya atau dikuasakan kepada Dinas paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah kedatangannya kembali ke Indonesia dengan melampirkan:
• Foto copy Sertifikat Kelahiran dari negara dimana kelahiran terjadi, paspor anak, pelaporan ke perwakilan RI.
• Foto copy Paspor, Akta Kelahiran dan Akta Perkawinan orang tua.
• Surat Pengantar dari Kelurahan.
• Foto copy KTP dan KK orang tua.
• 2 (dua)Foto Copy saksi. yang dilegalisir.
• Semua berkas foto copy dilegalisir dan menunjukkan dokumen yang asli pada saat mengajukan permohonan.

Pencatatan Akta Kelahiran Baru
Persyaratan Kelahiran Baru (0 s.d. 60 hari)
Mengisi formulir Pelaporan Kelahiran dengan melampirkan:
1) Asli Surat Kelahiran dari Dokter/Bidan/Penolong Kelahiran;
2) Asli halaman 23 Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yg ditandatangani penolong kelahiran;
3) Foto Copy Surat Keterangan kelahiran dari Kelurahan (domisili);
4) Foto copy Kutipan Akta Nikah/ Akta Perkawinan orang tua apabila dilahirkan dalam ikatan perkawinan dilegalisir;
5) Foto copy KTP-el dan KK orang tua;
6) Foto Copy KTP-el 2 (dua) orang sebagai saksi pelaporan;
7) Surat Kuasa bermaterai Rp. 6000 ( enam ribu rupiah ) dan foto copy KTP yang diberi kuasa apabila Pemohon tidak dapat hadir sendiri;
8) Apabila masih bayi sampai dengan 16 tahun (belum ker KTP) yang menjadi pelapor harus orang tuanya atau kakek neneknya (khusus F2.01)
9) Apabila jarak kelahiran minimal 10 tahun harus membuat surat pernyataan.

7) Surat Kuasa bermaterai Rp. 6000 ( enam ribu rupiah ) dan foto copy KTP yang diberi kuasa apabila Pemohon tidak dapat hadir sendiri;
8) Apabila masih bayi sampai dengan 16 tahun (belum ker KTP) yang menjadi pelapor harus orang tuanya atau kakek neneknya (khusus F2.01)
9) Apabila jarak kelahiran minimal 10 tahun harus membuat surat pernyataan.

10) Mengisi form F2.01 (putih) cpl

Pencatatan Akta Kelahiran Terlambat (Berusia Lebih Dari 2 Bulan)
Mengisi formulir Pelaporan Kelahiran Terlambat dengan melampirkan:
1. Asli Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan;
2. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) apabila tidak bisa melampirkan asli surat keterangan kelahiran dari Penolong;
3. Asli halaman 23 Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yg ditandatangani penolong kelahiran (khusus kelahiran tahun 2011 keatas)
4. Surat Keterangan kelahiran dari Kelurahan domisili (apabila sudah masuk dalam KK, tidak perlu Surat Keterangan Kelahiran dari Kelurahan);
5. Foto Copy Ijazah (TK/SD/SMP/SMA) apabila memiliki;
6. Fc. Akta Nikah/Akta Perkawinan orang tua apabila dilahirkan dlm ikatan perkawinan dilegalisir;
7. Fc. Akta Perceraian apabila orang tuanya sudah bercerai dilegalisir;
8. Foto copy KTP-el dan KK orang tua;
9. Foto Copy KTP-el 2 (dua) orang sebagai data saksi pelaporan;dan
10. Surat Kuasa bermaterai Rp. 6000 (enam ribu rupiah ) apabila Pemohon tidak dapat hadir sendiri.

11. Mengisi form F-2.02 (kuning) cpl

untuk Pelaporan kelahiran Warga Negara Asing data yang harus dilampirkan adalah sebagai berikut :
1. Mengisi Form. Pelaporan;
2. Asli Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan;
3. Fc. Akta Perkawinan orang tua;
4. Apabila Akta Perkawinan orang tua terbitan Luar Negeri dan Berbahasa Asing wajib diterjemahkan dan dilegalisir (lembaga Penterjemah yang berijin);
5. Surat Keterangan kelahiran dari Kelurahan domisili (F2.01);
6. Fc. SKTT orang tua;
7. Fc. Pasport orang tua;
8. Fc. KTP-el dua orang saksi;
9. Surat Kuasa bermaterai Rp. 6000 (enam ribu rupiah ) apabila Pemohon tidak dapat hadir sendiri.