Kutipan Akta Perkawinan

Persyaratan dan mekanisme pelayanan Akta Perkawinan

  • Pengertian perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang maha esa (pasal i Undang – Undang Nomor: 1 tahun 1974).
  • Perkawinan adalah syah apabila diberkati menurut agama dan kepercayaan masing – masing dan dicatatkan menurut Undang – Undang yang berlaku:
  1. Islam dicatatkan di KUA.
  2. Non Islam dicatatkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
  • Setiap peristiwa perkawinan harus dilaporkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Salatiga.
  • Perkawinan yang telah dilangsungkan menurut tata cara agama harus dicatatkan pada instansi yang berwenang.
  • Jangka waktu pencatatan untuk wni paling lambat 60 ( enam puluh ) hari sejak tanggal perkawinan.
  • Setiap perkawinan penduduk warga negara indonesia yang dilangsungkan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, wajib dilaporkan oleh yang bersangkutan ke instansi pelaksana yang berwenang dan/atau dinas, paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah kedatangan di tempat domisili.
  • Pencatatan perkawinan dicatat dalam register akta perkawinan dan diterbitkan kutipan akta perkawinan.

Persyaratan:

  1. Surat pemberkatan perkawinan/surat perkawinan penghayat kepercayaan ( legalisir )
  2. Akta kelahiran ( legalisir )
  3. Surat keterangan dari kelurahan dan pengantar N1 s/d N4 .
  4. Surat baptis ( jika ada )
  5. KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK) mempelai dan orang tua
  6. Bagi calon yang berasal dari daerah lain melampirkan surat keterangan dari dinas dukcapil setempat.
  7. Surat pernyataan dengan 2 ( dua ) saksi bermaterai 6000 untuk menunjuk wali (dilampiri ktp-el wali) pada pencatatan perkawinan  apabila orang tua tidak bisa hadir
  8. Bagi yang berstatus cerai hidup melampirkan asli akta perceraian dan yang berstatus cerai mati melampirkan surat kematian / akta kematian pasangannya.
  9. Bagi anggota tni dan polri melampirkan ijin perkawinan dari kesatuannya
  10. Foto 4 x 6 berwarna berdampingan sebanyak 5 lembar.

Persyaratan perkawinan  campuran WNI dan WNA

  1. Surat ijin menikah dari kedutaan (asli)
  2. Akta kelahiran ( diterjemahkan oleh lembaga penerjemah resmi )
  3. Pasport ( foto copy legalisir )
  4. STMD ( surat tanda melapor diri dari polres )
  5. Dokumen lain yang menyebutkan domisili , termasuk orang tuanya ( diterjemahkan)
  6. Visa

hasil dari perkawinan campuran anak punya kewarganegaraan ganda  sampai usia 18 tahun, dapat diperpanjang sampai usia 21 tahun, kemudian si anak menentukan sendiri kewarganegaraannya dengan membuat pernyataan.

Pencatatan perkawinan dilaksanakan minimal  10 ( sepuluh ) hari sejak berkas permohonan masuk dan dinyatakan benar dan lengkap

Kebijakan dan keterangan :

  1. Pencatatan minimal 10 ( sepuluh ) sejak berkas persyaratan perkawinan dinyatakan lengkap dan terdaftar.
  2. Apabila berkas masuk kurang dari 10 (sepuluh ) hari sebelum pencatatan maka pencatatan perkawinan dilaksanakan di kantor Disdukcapil.
  3. Pemberkatan perkawinan yang dilaksanakan diluar daerah Kota Salatiga untuk pencatatan perkawinan dilaksanakan di Disdukcapil Kota Salatiga.
  4. Biodata calon pasangan yang berbeda pada agama ,jika salah satu pasangan berasal dari luar daerah kota salatiga untuk pemberkatan perkawinan di Kota Salatiga dan di agamanya. Contoh : penduduk salatiga kristen,penduduk luar daerah katholik maka pemberkatannya di kota salatiga dan secara kristen.
  5. Form isian pengantar dari kelurahan ( N1 s/d N4 ) untuk diisi secara lengkap dan untuk nama calon maupun data orang tua dengan mengacu pada akta kelahiran.
  6. Surat pernyataan menunjuk wali pencatatan ,dibuat oleh calon apabila orang tua tidak bisa hadir pada pencatatan perkawinan.
  7. Ktp el orang tua harus ada secara teknis input akta dengan SIAK dan mengambil NIK penduduk )
  8. Pelaksanaan pencatatan dengan daftar hadir dan surat keterangan yg ditanda tangani pemuka agama pencatat perkawinan