Rayakan Tradisi Syawalan, Warga Dusun Pamot Kelurahan Noborejo Membuat Gunungan Ketupat

Rayakan Tradisi Syawalan, Warga Dusun Pamot Kelurahan Noborejo Membuat Gunungan Ketupat

warga berkumpul di jalan Melati

Masyarakat dusun Pamot Kelurahan Noborejo pada hari Rabu tanggal 13 Juni 2019 mengadakan acara Syawalan yang di wujudkan dengan acara makan bersama atau lebih di kenal dengan sebutan “Kembul Bujana” . Menurut ketua RW 1 dan RW 2, Bapak Karyadi dan Bapak Agus Paryanto, acara ini secara rutin diadakan tiap tahun dan di hadiri warga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dusun pamot.

Lurah noborejo, Dyah Karunia Al Fatien, S.STP dalam sambutannya mengucapkan selamat idul fitri dan ber terima kasih atas kondusifitas, keamanan, ketertiban wilayah noborejo, dan juga berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut.

Untuk mengawali selamatan tradisi syawalan ini , sekitar pukul 07.00 warga datang dan berkumpul disepanjang jalan Melati. Dari rumah warga berdatangan ke Jalan Melati dengan membawa makanan kupat. Kupat biasanya dengan lauknya opor ayam dan juga tahu tempe. Selain itu ada yang juga membawa minuman dan buah-buahan sebagai pelengkap untuk syawalan bodo kupat.

Setelah warga berkumpul semua , mulailah syawalan bodo kupat dimulai. Pak kyai memimpin do’a dengan membacakan tahlil yang tujuannya untuk mendo’akan orang tua yang yang telah meninggal agar diampuni dosanya oleh Allah SWT. Selain itu juga memohon doa’a kepada Allah semoga seluruh warga diberikan kesehatan dan juga rezeki yang berlimpah .Usai pembacaan do’a barulah acara makan-makan bersama seluruh warga. Gunungan Kupat dibagikan keseluruh warga yang hadir mulai dari anak-anak , remaja sampai dengan dewasa. Mereka semua mendapatkan hidangan untuk dinikmati .

noborejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *