Seni Rupa dengan Tema “Sri Batok Bolu”

Motif batik Sri Batok Bolu merupakan motif batik khas daerah Noborejo yang pertama kali dipatenkan pada awal 2018. Belum banyak yang mengetahui adanya motif batik Sri Batok Bolu, bahkan di kalangan masyarakat Kelurahan Noborejo sendiri, sehingga diperlukan cara tertentu untuk memperkenalkan motif batik tersebut. Oleh karena itu, beberapa mahasiswa dari Tim KKN-PPM UGM pada periode Desember-Februari 2018-19 memberikan kelas tambahan seni rupa yang bertujuan sekaligus mengenalkan motif batik Sri Batok Bolu. Kelas seni rupa diadakan setelah jam sekolah berakhir di kelas 3, 4, dan 5 SDN Noborejo 01, SDN Noborejo 02, dan MI Tarbiyatul Ilmi Noborejo.

Kelas seni rupa diadakan satu minggu sekali dalam kurun waktu empat minggu. Setiap pertemuan, para siswa sekolah dasar di Kelurahan Noborejo menggunakan beragam alat dan media mewarnai seperti cat air, krayon, dan lainnya. Pada tiap pertemuan, setiap siswa diberi kesempatan untuk mengasah kreatifitas dengan masing-masing diberikan selembar kertas bergambar motif batik Sri Batok Bolu untuk kemudian diwarnai. Beragam teknik mewarnai pun diajarkan oleh pembina, seperti teknik gradasi, teknik ukir, teknik mencampur warna, dan lain-lain tanpa menghalangi kebebasan berkreasi tiap-tiap peserta kelas. Respon para siswa tergolong sangat antusias dan bahkan banyak siswa memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk mengetahui lebih lanjut terkait motif batik Sri Batok Bolu.


Pentingnya mengenalkan motif batik Sri Batok Bolu kepada anak-anak usia sekolah dasar dikarenakan merekalah generasi penerus yang dapat dan patut melestarikan salah satu bentuk kebudayaan asli Noborejo. Dengan diadakannya kelas seni tersebut merupakan salah satu cara unik untuk menginformasikan kepada penduduk Noborejo akan adanya kekayaan dari daerah sendiri.




